Berita, Nasional

Banyak Becak Listrik Bantuan Presiden Mangkrak, Yayasan GSN Sebut Kendala Teknis Akibat Minimnya Pengetahuan Pengguna

Repelita.net

27 June 2026 22:39 WIB • 699 view

Banyak Becak Listrik Bantuan Presiden Mangkrak, Yayasan GSN Sebut Kendala Teknis Akibat Minimnya Pengetahuan Pengguna
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan setelah sebagian unit yang disalurkan dilaporkan mengalami kerusakan dan mangkrak di tangan penerima.

Sejumlah pengemudi becak, yang sebagian besar berusia lanjut, kesulitan mengoperasikan kendaraan tersebut, terutama saat menghadapi masalah teknis di lapangan.

ADVERTISEMENT

Keluhan ini muncul di media sosial, di mana salah satu pengguna X melaporkan unit becak listrik miliknya memiliki daya tahan baterai sangat rendah.

Pengguna tersebut mengklaim jarak tempuh kendaraan hanya mencapai empat kilometer, selain itu bobot becak menjadi sangat berat ketika daya baterai habis.

Mengatasi permasalahan ini, Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, mengakui adanya kendala dalam pemanfaatan unit bantuan tersebut.

“Dari evaluasi kami, pembagian kepada kelompok pertama itu ada yang mangkrak, karena ada penarik becak ini yang memang tidak bisa memperbaiki,” ujar Teguh pada Sabtu (27/6/2026).

Pihaknya menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi umumnya berkaitan dengan sistem kelistrikan yang memerlukan penyesuaian arus daya.

"Pada saat evaluasi itu sekringnya mati karena antara baterai dengan colokan ini kabelnya tidak seimbang. Harusnya kalau aki sekian, amperemeternya sekian, disesuaikan. Jadi sebenarnya cukup mudah dan saat ini sebagian sudah kami perbaiki," jelasnya.

Kendala utama yang ditemukan adalah minimnya pemahaman teknis dari para penerima bantuan, sehingga becak sering kali terbengkalai tanpa perbaikan yang memadai.

"Pengetahuan tentang elektrik ini yang kurang dari para penarik becak. Maka kami sarankan untuk di bawa ke bengkel VIAR, karena kami sudah kerjasama," tambahnya.

Program yang telah didistribusikan 200 unit di Kabupaten Malang sejak Januari 2026 kini mengandalkan jaringan bengkel produsen untuk menekan angka kerusakan.

Kerja sama dengan pihak manufaktur, PT Pindad dan VIAR, diharapkan dapat memastikan setiap unit tetap dalam kondisi layak jalan bagi para pengemudi.

“VIAR juga sudah kerjasama dengan PT Pindad. Sehingga untuk bengkel-bengkel VIAR ini sudah ada di seluruh kabupaten-kota. Bisa dibawa ke situ agar tidak ada becak yang rusak, sehingga tidak ada becak yang mangkrak,” tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung