Repelita [Jakarta] - Kuasa hukum dari LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, memberikan klarifikasi mendalam terkait konflik yang melibatkan kliennya, Ilma Sani Fitriana, dengan Hercules serta ormas GRIB Jaya.
Perselisihan ini dipicu oleh temuan percakapan melalui WhatsApp yang diklaim pihak Hercules berasal dari nomor ponsel milik Ilma, putri dari Ahmad Bahar.
ADVERTISEMENT
Menurut Gufroni, tangkapan layar tersebut berisi makian kasar dan ancaman yang ditujukan kepada Hercules maupun istrinya, yang sempat dipaparkan dalam konferensi pers oleh Sekjen DPP GRIB Jaya.
Pihak kuasa hukum mengakui bahwa bahasa yang digunakan dalam pesan tersebut memang kasar dan sangat tidak beradab, namun mereka membantah keras bahwa Ilma adalah pelakunya.
Ilma tidak kenal Hercules maupun istrinya.
Tidak pernah ketemu dan tidak menyimpan no hp mereka.
Atau ke dua orang pengurus GRIB.
Gufroni meyakini bahwa nomor telepon milik Ilma, yang merupakan lulusan universitas terkemuka, telah diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi teror tersebut.
Kami sangat meyakini bahwa no hp Ilma diretas atau dihack oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Atas hal itu sudah kami laporkan ke Polda Metro Jaya dan sudah ada bukti LP nya.
Pihak kuasa hukum mendesak agar masalah ini diselesaikan melalui jalur hukum resmi dan meminta Hercules untuk menghentikan segala bentuk tindakan persekusi terhadap kliennya.
Sekarang kembali kepada Hercules dan anak buahnya, apakah masih yakin bahwa itu “kerjaan” Ilma atau ayahnya Ahmad Bahar.
Kita buktikan saja melalui proses hukum bukan dengan cara-cara persekusi dan membawa Ilma dengan paksa ke markas DPP GRIB Jaya.
Bukti foto atau video kami sudah sampaikan saat pelaporan ke polisi. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok