Repelita Ternate - Oknum Bintara Pembina Desa dari komando militer setempat secara sepihak menerobos masuk ke dalam lingkungan akademis Universitas Khairun guna menghentikan agenda nonton bareng karya sinema dokumenter bertajuk Pesta Babi.
Insiden pemaksaan penghentian paksa tersebut berlangsung di Sekretariat UKM Keluarga Besar Arfat Pencinta Alam pada Selasa malam, 12 Mei 2026 sekitar pukul 22.54 WIT tanpa disertai dokumen instruksi komando resmi.
ADVERTISEMENT
Tindakan intimidasi militer di area kampus ini langsung menuai perlawanan sengit dari perwakilan kelompok mahasiswa yang menegaskan keberadaan organisasi mereka sah secara hukum di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Otoritas pertahanan berkilah tindakan tegas diambil karena pemutaran sinema investigasi konflik agraria Papua Selatan besutan Watchdoc tersebut tidak mengantongi izin tertulis serta berpotensi memicu instabilitas kamtibmas lokal.
Aksi represif aparat terhadap karya audiovisual garapan sutradara Dandhy Dwi Laksono ini seketika memantik sorotan tajam sekaligus kecaman bernada sarkasme dari publik di jagat media sosial.
Seorang pengguna platform digital dengan nama akun @Walang8_Sangit pada 13 Mei 2026 menyindir prioritas ancaman pertahanan negara saat ini yang dirasa janggal melalui sebuah cuitan bernada satire.
Melalui unggahannya, akun tersebut secara blak-blakan menyentil realitas penegakan keamanan domestik dengan menuliskan kalimat “Ancaman tiap negara ternyata beda-beda. " Ada yang menghadapi misil, ada yang menghadapi nobar.””.
Reaksi negatif warganet juga tercermin dari kekhawatiran mengenai pembungkaman kebebasan berpendapat di mana tindakan sensor sepihak oleh tentara justru dinilai akan membuat publik semakin penasaran untuk menonton.
Respons kritis lainnya diutarakan oleh pengguna akun @flova_syr pada 13 Mei 2026 yang menyoroti dampak bumerang dari tindakan pembubaran paksa oleh personel TNI Angkatan Darat tersebut.
Netizen tersebut mengutarakan pandangannya mengenai dampak publikasi kasus ini secara gamblang lewat tulisan “mereka ga mau orang2 tau fakta yg mau diperlihatkan sama film ny tapi ironis karena aksi pembubaran paksa ini viral, orang2 malah jadi tau”.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Sementara tentara Iran sedang sibuk berperang melawan Israel, tentara Indonesia sedang sibuk membubarkan orang yang kumpul-kumpul nonton film. https://t.co/lNgQg9uZF3
— lele 🎤🎸🎶 (@namazu_sensei) May 12, 2026