Repelita [Jakarta] - Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Keuangan secara resmi menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, beserta jajaran elit pemerintahannya.
Langkah tegas ini mencakup pula sanksi bagi anggota keluarga dekat mantan presiden Raul Castro sebagai bagian dari tekanan baru Washington terhadap Havana.
ADVERTISEMENT
Kantor Pengawasan Aset Asing atau OFAC memasukkan nama Diaz-Canel bersama istrinya, Lis Cuesta Peraza, dan anaknya, Manuel Anido Cuesta, ke daftar sanksi Warga Negara yang Ditunjuk Secara Khusus.
Tidak ketinggalan, anak serta cucu Raul Castro, yakni Alejandro Castro Espin dan Raul Alejandro Castro Calis, turut menjadi target dari penetapan kebijakan ini.
Sanksi tersebut juga menyasar institusi militer utama negara itu, yaitu Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner atau MINFAR, serta Komite Pertahanan Revolusi yang dikenal sebagai sistem pemantauan lokal.
Selain aktor politik dan militer, otoritas Amerika turut memberikan sanksi tambahan kepada perusahaan tambang pemerintah Minera La Victoria SA serta Institut Persahabatan Kuba dengan Rakyat atau ICAP.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pada Kamis (4/6) bahwa pihaknya memiliki rencana untuk menangani persoalan di Kuba setelah urusan terkait Iran terselesaikan.
"Negara itu sudah runtuh dan kami akan menanganinya segera setelah kami selesai, kami akan menangani Republik Islam Iran; dan begitu selesai, dalam perjalanan pulang, kami hanya akan singgah sebentar," ungkap Trump kepada para wartawan.
Meskipun langkah ini dinilai keras, Trump menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah agar Kuba bisa menjadi negara yang dikelola dengan baik dan mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dalam sebuah pernyataan menuding Kuba menjalankan kampanye perang politik dan ideologis yang terus-menerus terhadap Amerika Serikat.
"Sanksi ini menargetkan jaringan aksi radikal yang luas dan kekerasan dari rezim Kuba serta para aktor yang melaksanakan dan mendanai jaringan itu. Entitas dan individu yang ditetapkan hari ini mengarahkan atau mendanai rezim tersebut dan upayanya untuk memobilisasi gerakan revolusioner radikal di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," tegas Rubio.
Hingga saat ini, pihak otoritas di Havana belum memberikan tanggapan resmi terkait pengumuman sanksi tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok