Berita, Nasional

Anies Sebut Dino Patti Bukan Diplomat Karbitan, Sufmi Dasco Respons Pastikan Kritik Jadi Pertimbangan Presiden

Repelita.net

03 June 2026 21:49 WIB • 662 view

Anies Sebut Dino Patti Bukan Diplomat Karbitan, Sufmi Dasco Respons Pastikan Kritik Jadi Pertimbangan Presiden
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pimpinan Parlemen sekaligus elite Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan tanggapan terkait pernyataan Anies Baswedan yang membela eks Wamenlu Dino Patti Djalal usai melayangkan kritik terhadap tingginya intensitas lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Dasco berpandangan bahwa setiap masukan yang berbobot dan menyoroti esensi konjungtur geopolitik global sangat layak untuk dijadikan sebagai referensi bagi kepala negara dalam memformulasikan arah kebijakan strategis.

ADVERTISEMENT

“Menurut saya kalau kemudian masukan soal substansi geopolitik, saya pikir saya setuju kalau itu kemudian dijadikan salah satu pertimbangan. Karena masukan-masukan yang bagus tentunya mengapa tidak,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3/6/2026.

Kendati demikian, Wakil Ketua DPR RI ini menggarisbawahi bahwa intensitas perjalanan dinas internasional sang Presiden semestinya ditinjau dari sudut pandang urgensi serta perkembangan situasi di tingkat domestik maupun global.

Apalagi, fluktuasi politik dunia pada era kontemporer saat ini memberikan impak secara instan terhadap stabilitas dalam negeri sehingga memerlukan langkah mitigasi yang adaptif dari pimpinan nasional.

“Apalagi di luar negeri yang sangat mempengaruhi dinamika di dalam negeri tentunya yang terdampak,” ujarnya.

Dia juga berpendapat bahwa kepala negara mempunyai kalkulasi serta taktik diplomasi tersendiri dalam menavigasi hubungan bilateral maupun multilateral yang tidak bisa dikungkung oleh batasan angka tertentu.

“Tentunya Presiden juga mempunyai strategi-strategi yang tidak bisa dibatasi dengan jadwal harus sekian kali, harus sekian kali. Karena itu dinamis,” katanya.

Legislator Gerindra ini menambahkan bahwa rangkaian kunjungan internasional yang diagendakan oleh kepala negara sejauh ini selalu berdurasi pendek dan hanya berfokus pada pembahasan isu-isu krusial demi kemaslahatan tanah air.

“Kalau kita lihat kepergian Presiden ke luar negeri itu juga dalam waktu yang singkat-singkat, seperlunya saja, kemudian membahas yang perlu-perlu, kemudian kembali,” ucapnya.

Mengenai keberangkatan yang adakalanya terkesan mendadak, Dasco mengklarifikasi bahwa kondisi tersebut umumnya distimulasi oleh situasi darurat di kancah internasional yang menuntut kehadiran segera dari sang Presiden.

“Kalau kemudian dadakan, itu biasanya memang karena situasi yang memang harus membuat Presiden juga harus sesegera berangkat,” katanya.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada seluruh elemen publik untuk senantiasa menyalurkan pemikiran kritis yang bersifat konstruktif demi kemajuan tata kelola pemerintahan ke depan.

Ia menilai bahwa poin kritik yang sekadar mempermasalahkan akumulasi kuantitas maupun durasi waktu lawatan luar negeri sang kepala negara menjadi tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

“Tetapi kemudian pembatasan-pembatasan, apalagi yang berkaitan dengan jumlah, waktu kunjungan, saya pikir itu tidak substantif,” pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok





TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung