Berita, Nasional

Anies Baswedan Respons Wacana Penutupan Prodi: Tutup Ilmu Murni, Bangsa Jadi Pengguna Bukan Pencipta

Repelita.net

26 April 2026 17:49 WIB • 1,023 view

Anies Baswedan Respons Wacana Penutupan Prodi: Tutup Ilmu Murni, Bangsa Jadi Pengguna Bukan Pencipta
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wacana penutupan program studi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri mendapatkan respons serius dari mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yang menyampaikan pandangannya melalui media sosial .

Menurut Anies, ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek namun bila tidak hati-hati justru dapat membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang yang lebih sulit diperbaiki .

ADVERTISEMENT

"Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini," kata Anies melalui unggahan di akun X miliknya yang dikutip pada Minggu (26/4/2026) .

Anies menuturkan bahwa ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik dan seolah berdiri di menara gading tanpa menyentuh denyut kebutuhan industri yang terus berubah .

Padahal menurutnya, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan sehari-hari berasal, dari rumus abstrak hingga teori yang dulu dianggap tidak berguna .

"Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu .

"Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja," tambahnya mengingatkan peran penting riset dasar .

Anies mengajak semua pihak untuk mengingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek karena apa yang hari ini tampak tidak terkait industri bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya .

"Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta," tegasnya .

"Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia," lanjut Anies mengkritisi orientasi pendidikan yang terlalu pragmatis .

Lebih jauh lagi Anies membeberkan bahwa kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh, mulai dari ilmu epidemiologi berbasis matematika hingga biologi dasar .

Ilmu lingkungan ekologi dan geofisika juga sangat berjasa dalam menghadapi bencana perubahan iklim, demikian pula ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal yang tepat sasaran .

"Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap tidak praktis," ungkap eks calon presiden 2024 itu menegaskan nilai strategis ilmu murni .

Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan bangsa untuk memahami dunia secara mendalam, sehingga keputusan mudah terjebak jadi dangkal dan tidak berpijak pada ilmu .

"Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk," katanya mengibaratkan pentingnya keseimbangan tanpa saling meniadakan .

Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman, namun menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni melainkan dengan menjembatani, bukan menggantikan .

Mantan calon presiden 2024 itu menyimpulkan bahwa pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri semata, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa .

Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, dan membangun peradaban tak boleh direduksi menjadi sekadar membangun industri ekonomi .

"Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok," tutur Anies .

"Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya," pungkas Anies Baswedan mengakhiri unggahan panjangnya .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung