Repelita Jakarta - Tokoh publik Anies Baswedan secara resmi menerima penganugerahan penghargaan sipil bergengsi bertajuk The Freedom of the City of London di benua Eropa.
ADVERTISEMENT
Prosesi penyerahan simbolis tersebut dilangsungkan secara khidmat di dalam gedung bersejarah Guildhall, London, yang telah berdiri kokoh sejak abad ke-15 silam.
Rangkaian acara sakral itu dijalankan dengan protokol ketat, di mana tidak ada kamera yang diperkenankan menyala sepanjang prosesi utama berlangsung.
Informasi mengenai pencapaian internasional yang membanggakan ini dibagikan secara luas oleh akun @aniesbaswedan pada tanggal 17 Oktober 2026.
"Menerima penghargaan The Freedom of the City of London. Di Guildhall, London, balai kota yang berdiri sejak abad ke-15, ada sebuah ruangan tempat satu tradisi dijalankan selama ratusan tahun. Di ruangan itu, siang kemarin, penghargaan Freedom of the City of London kami terima. Alhamdulillah. Prosesinya khidmat. Tidak ada kamera yg boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai." tulis akun @aniesbaswedan.
Pihaknya menerangkan bahwa seluruh upacara dilakukan seturut adat kebiasaan kuno yang telah dipertahankan konsisten selama ratusan tahun lamanya.
"Hanya ada deklarasi yg dibacakan dengan kata2 yg sama seperti ratusan tahun lalu, sebuah buku besar untuk ditandatangani, jabat tangan, diakhiri satu kalimat sambutan: “a Citizen of London.”" lanjut akun @aniesbaswedan.
Penghargaan sipil tertua di dunia yang tercatat sejak tahun 1237 ini awalnya menandai hak berdagang bagi warga merdeka, namun kini diberikan atas kontribusi kehidupan publik.
Sejumlah tokoh besar dunia tercatat pernah menerima apresiasi serupa, mulai dari Nelson Mandela, Winston Churchill, Lee Kuan Yew, hingga ilmuwan terkemuka Stephen Hawking.
Amanah pengakuan global ini didapatkan melalui nominasi resmi yang diajukan oleh Lord Mayor of London Alastair King bersama Alderman Gregory Jones.
Upacara keprotokolan tersebut dipimpin langsung oleh The City Remembrancer dengan didampingi secara penuh oleh Lord Mayor periode 2021-2022, Alderman Vincent Keaveny.
Kehadiran sang istri, Fery Farhati, turut menambah kekhidmatan tersendiri sepanjang jalannya prosesi seremonial berskala internasional tersebut di lokasi.
Mantan Gubernur Jakarta ini menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukan pencapaian personal, melainkan buah dari kerja bersama seluruh masyarakat saat dirinya memimpin ibu kota.
"Kami sadar, yg dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja2 kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama." ungkap akun @aniesbaswedan.
Ia pun menyampaikan pesan mendalam agar pengakuan berskala global ini dijadikan sebagai pintu kesempatan baru bagi pembangunan bangsa, bukan sekadar piala pajangan.
"Dalam sambutan singkat, satu pesan disampaikan, kami ini ingin penghargaan ini diperlakukan sebagai pintu, bukan piala. Semoga lewat pintu ini makin banyak walikota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia yg belajar ke London, dan London juga datang belajar ke kota2 kita." harap akun @aniesbaswedan.
Sambutan resmi di balai kota tersebut ditutup menggunakan satu kosakata bermakna kebebasan yang sarat akan nilai historis perjuangan kemerdekaan tanah air.
"Kami menutup sambutan singkat di Guildhall kemarin dgn satu kata bahasa Indonesia. Kata yg diteriakkan bangsa ini pada 1945, dan masih diteriakkan setiap kali kita berbahagia. Kata yg dalam bahasa Inggris berarti freedom. Merdeka! Terima kasih, London. Sampai jumpa di Jakarta." tulis akun @aniesbaswedan menutup keterangannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads