Berita, Nasional

Anggota DPD RI Hadiri Kontes LGBT Didampingi TNI, Arya Wedakarna Beri Klarifikasi Soal Pengawalan Dan Kontroversi Di Thailand

Repelita.net

03 September 2026 01:43 WIB • 704 view

Anggota DPD RI Hadiri Kontes LGBT Didampingi TNI, Arya Wedakarna Beri Klarifikasi Soal Pengawalan Dan Kontroversi Di Thailand
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kehadiran seorang senator asal daerah pemilihan Pulau Dewata dalam ajang kontes kecantikan khusus komunitas transgender di negeri Gajah Putih menuai sorotan publik.

Foto serta rekaman video yang memperlihatkan politisi tersebut bersama seorang prajurit berseragam lengkap dinas militer mendadak viral menghiasi berbagai linimasa ruang digital.

ADVERTISEMENT

Menanggapi kehebohan tersebut, sang wakil rakyat langsung memberikan klarifikasi tegas guna meluruskan duduk perkara ikhwal keberadaannya di luar negeri.

Aparat berseragam yang tampak mengawal ketat pergerakannya di lokasi acara dipastikan merupakan ajudan pribadi yang bertugas memberikan perlindungan keamanan selama perjalanan dinas.

Memang pengawal pribadi, pengawal saya, terang Arya Wedakarna memberikan penjelasan resmi kepada awak media terkait keberadaan personel pengamanan melekat tersebut.

Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik ya begitu jadi ya melekat, melekat kepada kami seperti itu dan bertugas dengan baik saja untuk mengamankan saja, dalihnya memperkuat alasan keamanan.

Kendati menyandang status sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, kehadirannya di acara internasional itu diklaim sama sekali tidak membawa atribut kelembagaan negara.

Posisinya hadir memenuhi undangan murni sebagai tokoh masyarakat serta representasi lembaga keagamaan Hindu asal Bali tanpa kaitan politis apa pun.

Kalau saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu ya, ujar sang senator membatasi ruang lingkup kapasitas keikutsertaannya.

Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama jabatan saya di manapun, sambungnya menegaskan status personalnya dalam acara tersebut.

Rangkaian kegiatan yang dihadiri di negara tetangga itu disebutnya mencakup peluncuran sektor pariwisata kawasan regional pemberian penghargaan pameran dagang hingga forum diskusi kebudayaan.

Kehadirannya di lokasi khusus tersebut berfokus pada sesi penganugerahan tanda kehormatan serta penayangan video promosi keindahan alam dan pantai Pulau Bali.

Penghargaan yang diterima diklaim sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mempromosikan kebudayaan lokal di kancah internasional.

Mereka sudah membuat video yang baik ya untuk promosi Bali alamnya, pantainya, ungkapnya menguraikan substansi kegiatan promosi pariwisata.

Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali, lanjutnya menjelaskan kategori apresiasi yang diperoleh.

Jadi ya maka dari itu kita biasa kalau di Bali menerima penghargaan dari kalangan-kalangan mana pun ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong seperti itu, imbuhnya beralasan.

Terkait kontroversi jejaring acara yang lekat dengan isu kelompok kesetaraan gender minoritas, politisi daerah itu mengaku sama sekali tidak mengetahui latar belakang penyelenggaranya.

Pihaknya berkedok menjunjung tinggi etika pergaulan internasional dengan menerima setiap bentuk penghargaan dari berbagai kalangan tanpa bermaksud mencampuri urusan internal pihak pemberi.

Kan kita tidak ikut komentar tentang latar belakang siapa orang-orang yang memberikan penghargaan, kilahnya menolak disangkutpautkan dengan agenda kelompok tertentu.

Gitu kan ada namanya etika kan seperti itu, tambahnya membela diri.

Jadi buat kami ya kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata seperti itu, pungkasnya mengakhiri pembelaan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung