Berita, Nasional

Amien Rais Sentil Etika Pemimpin dan Larang Keras Presiden Ucapkan Kata Goblok Tolol di Depan Publik

Repelita.net

27 September 2026 00:09 WIB • 64 view

Amien Rais Sentil Etika Pemimpin dan Larang Keras Presiden Ucapkan Kata Goblok Tolol di Depan Publik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Etika komunikasi seorang pemimpin negara kembali menjadi sorotan tajam di tengah dinamika perpolitikan nasional pasca-pemilihan presiden.

Melalui sebuah tayangan video edukasi pada kanal YouTube Amien Rais Official, tokoh reformasi Amien Rais memaparkan pandangan teologis serta moralnya mengenai bagaimana seharusnya seorang kepala negara bertutur kata di depan publik.

ADVERTISEMENT

Dalam penjelasannya yang disampaikan pada Minggu, 27 September 2026 tersebut, ia mengingatkan agar para elite politik senantiasa menahan diri dari menyebarkan narasi yang agresif atau kasar.

Amien Rais menegaskan ada beberapa kata makian yang sangat tabu untuk diucapkan oleh seorang figur teladan bangsa seperti perkataan bodoh atau sejenisnya.

Secara spesifik ia menyatakan, "Tidak boleh kata-kata seperti goblok tolol dan semacamnya meloncat dari mulut seorang pemimpin apalagi seorang presiden."

Menurut pandangan Amien Rais, ucapan lahiriah merupakan refleksi langsung dari kondisi spiritual seseorang, di mana gaya bicara yang angkuh mengindikasikan adanya kesombongan intelektual dalam diri pemimpin tersebut.

Lebih lanjut, ia menjabarkan definisi mengenai kepribadian brutal menggunakan rujukan kamus internasional Cambridge guna menggambarkan sosok pemimpin yang bertindak kejam serta kering akan rasa empati.

Ia membacakan dokumen rujukan itu dengan berujar, "A brutal personality describes someone who is extremely harsh cruel and completely lacking in empathy or concern for other people's feelings."

Amien Rais berharap presiden terpilih maupun jajaran ketua organisasi masyarakat mampu menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah rakyat kecil dan bukan sekadar menjadi pembicara yang brutal.

Kritik tajam dari masyarakat luas dinilai harus diterima secara berlapang dada sebagai bahan evaluasi kebijakan negara agar tidak memicu penilaian negatif terhadap kepribadian sang pemimpin di mata dunia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung