Berita, Nasional

Amien Rais: Jokowi Intervensi Politik Prabowo, Skandal Memalukan

Repelita.net

17 September 2026 18:57 WIB • 68 view

Amien Rais: Jokowi Intervensi Politik Prabowo, Skandal Memalukan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh senior Amien Rais menyampaikan peringatan keras terkait kondisi politik nasional melalui unggahan di kanal YouTube Amien Rais Official.

Dalam paparannya Amien Rais menilai mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi seharusnya bersikap sebagai negarawan setelah lengser dari jabatan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya Jokowi mestinya menjauh dari sikap intervensi politik yang dinilai tercela terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Amien Rais menegaskan campur tangan tersebut merupakan skandal politik yang sangat memalukan.

Ia juga menyinggung perjalanan Jokowi ke berbagai daerah yang dilakukan tanpa rasa malu.

Sumber yang disebut Amien Rais menyebutkan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI digadang-gadang menjadi mesin besar untuk mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai pemimpin nasional.

Namun Amien Rais menyatakan Jokowi telah mencapai akhir politiknya sejak menyelesaikan masa kepresidenan pada 24 Oktober 2024.

Ia mengutip ayat Al-Quran dari Surah Al-A’raf ayat 34 yang berbunyi “Wa likulli ummatin ajalun fa idza jaa ajaluhum la yasta’khiruna sa’atan wa la yastaqdimun”.

Artinya setiap umat memiliki batas waktu dan ketika ajal tiba mereka tidak dapat menunda atau mempercepatnya sedetik pun.

Ayat serupa juga disebutkan dari Surah Yunus ayat 49.

Amien Rais menekankan bahwa ayat-ayat tersebut berkaitan dengan nasib suatu kaum atau bangsa.

Ia mengaku tidak memahami mengapa Jokowi terus berusaha mempengaruhi kekuasaan yang secara konstitusional berada di tangan Presiden Prabowo.

Tujuannya menurut Amien Rais adalah agar Gibran dapat naik dan menonjol.

Asian Post pada 25 Agustus 2026 disebutkan telah mengantisipasi adanya pergantian kekuasaan sebelum 2029.

Budi Arie Setiadi bersama Jokowi disebut pernah menyiarkan kemungkinan Prabowo hanya diberi waktu dua tahun.

Said Didu juga diingatkan untuk waspada terhadap kudeta senyap yang merayap.

Amien Rais menilai Jokowi seolah telah buta terhadap perbedaan antara yang baik dan yang buruk serta antara realitas dan imajinasi.

Ia khawatir jika Prabowo benar-benar tumbang banyak pihak akan bersorak padahal tokoh tersebut sempat diharapkan membawa perubahan.

Amien Rais menyoroti reshuffle kabinet yang hanya menyentuh satu pejabat yaitu Purbaya Yudhi Sadewa sementara 17 menteri warisan Jokowi tidak disentuh.

Hal itu dinilai karena takut menghadapi “guru” meskipun guru tersebut menurutnya justru perlu diluruskan.

Dalam hampir dua tahun pemerintahan Prabowo perkembangan yang dicapai dinilai belum signifikan.

Amien Rais mengingatkan bahwa kelompok Solo masih menyimpan ambisi politik buta dan siap menempuh segala cara.

Ia menyatakan tidak tahu seperti apa bentuk kudeta senyap yang sedang dirancang kelompok tersebut.

Namun ia juga tidak tahu sejauh mana Prabowo menyadari keberadaan musuh dalam selimut.

Oleh karena itu Amien Rais menasihati Presiden Prabowo agar tidak terlalu percaya diri.

Kudeta bisa terjadi seperti satu gebrakan besar yang tiba-tiba mengubah seluruh situasi politik nasional keesokan harinya.

Sejarah Orde Lama di era Bung Karno dan Orde Baru di era Pak Harto disebut pernah mengalami hal serupa.

Amien Rais berharap sejarah tersebut tidak terulang di masa kini maupun di masa anak cucu kelak.

Ia menutup dengan doa agar peringatan ini menjadi masukan tulus bagi Presiden Prabowo.

Amien Rais menegaskan kelompok Solo mungkin sedang menjalankan kudeta senyap yang merayap diam-diam hingga tiba-tiba di luar kendali.

Semoga hal itu tidak terjadi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung