Repelita Jakarta - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Dr. H. M. Amien Rais, menegaskan bahaya besar yang mengancam kehidupan berbangsa saat ini adalah budaya kemunafikan yang semakin mengakar di kalangan elite.
Pernyataan itu disampaikan Amien Rais melalui ceramah yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official berjudul BAHAYA MANUSIA “MUNTABER“.
ADVERTISEMENT
Ia mengajak masyarakat melihat persoalan bangsa dari perspektif moral universal dan ajaran Islam.
Menurutnya, sikap munafik merupakan sifat yang amat tercela karena terdapat jurang yang lebar antara ucapan dan perbuatan.
“Dalam pandangan moral universal maupun akhlak keagamaan, sikap munafik adalah sifat yang amat tercela. Apa yang dikatakan kadang-kadang sangat meyakinkan, tetapi yang dilakukan justru sangat berlainan,” ujar Amien Rais.
Ia menjelaskan bahwa dalam bahasa Inggris kemunafikan disebut hypocrisy dengan pelakunya hypocrite, sedangkan dalam bahasa Arab disebut nifaq dan pelakunya disebut munafik.
Amien Rais menegaskan bahwa Islam memberikan perhatian sangat besar terhadap bahaya kemunafikan, terbukti dengan adanya Surah Al-Munafiqun dalam Al-Qur’an.
Ia mengingatkan bahwa suatu bangsa akan menghadapi masa depan buruk apabila para pemimpin, jenderal, intelektual, maupun tokoh agamanya terserang penyakit nifaq atau hipokrisi.
Kondisi itu, menurutnya, akan melahirkan budaya omon-omon, yaitu banyak janji besar yang terdengar meyakinkan tetapi tidak pernah diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Program-programnya kedengarannya hebat, ternyata hanya sampai pada tingkat omon-omon,” katanya.
Amien Rais kemudian mengaitkan pembahasan tersebut dengan kondisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai pada awal pemerintahan masyarakat sempat menaruh harapan besar terhadap berbagai janji, terutama pemberantasan korupsi.
Namun setelah berjalan beberapa waktu, kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan.
“Permainannya masih sama. The game is still the same. Exactly the same. Only the players change,” tegas Amien Rais di kanal YouTube Amien Rais Official.
Ia juga mengkritik berbagai kebijakan yang dinilainya tidak konsisten, salah satunya slogan efisiensi anggaran yang justru diikuti pemborosan di berbagai sektor.
Selain itu, semangat untuk melawan oligarki tidak tampak dalam praktik pemerintahan.
Untuk memperkuat pandangannya, Amien Rais mengutip penjelasan Al-Qur’an mengenai karakter orang beriman, orang kafir, dan orang munafik pada bagian awal Surah Al-Baqarah.
Ia mengatakan sifat orang beriman dijelaskan dalam dua ayat, demikian pula orang kafir, sedangkan sifat orang munafik dijelaskan dalam 13 ayat.
Hal itu menunjukkan betapa besarnya bahaya kemunafikan dalam kehidupan manusia.
Amien Rais juga mengutip Surah At-Taubah ayat 67 yang menjelaskan bahwa orang-orang munafik saling mendukung dalam melakukan kemungkaran, melarang perbuatan baik, bersikap kikir, melupakan Allah, dan pada akhirnya menjadi golongan orang-orang fasik.
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama. Mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf serta menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 67)
Menurutnya, ayat tersebut tetap relevan untuk membaca realitas politik masa kini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok