Berita, Nasional

Aliansi 40 Ormas Islam Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim soal Penghasutan Ceramah JK

Repelita.net

04 May 2026 23:34 WIB • 1,258 view

Aliansi 40 Ormas Islam Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim soal Penghasutan Ceramah JK
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Aliansi Organisasi Masyarakat Islam yang terdiri dari 40 organisasi melaporkan tiga tokoh publik ke Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026).

Ketiga tokoh yang dilaporkan adalah akademisi Ade Armando, pegiat media sosial Permadi Arya yang dikenal sebagai Abu Janda, serta Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie.

ADVERTISEMENT

Ketiganya dilaporkan atas dugaan penghasutan dan provokasi di media sosial yang berkaitan dengan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Laporan polisi tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.

“Alhamdulillah laporan kepolisian yang kita buat dengan terlapor saudara Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie sudah diterima oleh kepolisian, dan kita mendapatkan laporan surat tanda terima laporan kepolisiannya,” ujar Saiful Hamid dari Lembaga Bantuan Hukum Hidayatullah di Bareskrim Polri.

Saiful menjelaskan bahwa Ade Armando dilaporkan terkait dengan podcast-nya yang membahas potongan ceramah Jusuf Kalla mengenai konflik Poso.

Sementara itu Grace Natalie dan Abu Janda dilaporkan karena diduga mengunggah dan mem-framing pernyataan Jusuf Kalla di platform Facebook.

“Kami berharap kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk bisa menangani laporan kita hari ini secara baik, secara profesional, dan bisa memastikan bahwa orang-orang yang memang katakanlah terlapor yang menurut kami memenuhi unsur melakukan tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Saiful.

Sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia bersama lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan lainnya melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut terkait pernyataan Jusuf Kalla di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada yang menuai polemik di kalangan masyarakat.

Pelaporan itu khususnya mengacu pada video ceramah JK di Masjid Kampus UGM ketika membahas soal konflik Poso dan Ambon.

"Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena keduanya Islam dan Kristen berpendapat, mati atau menewaskan orang atau mematikan, itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti," bunyi pernyataan JK yang menjadi sorotan.

Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh umat Muslim akan masuk surga.

"Pertama, menyatakan agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga. Justru, agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun," katanya dalam keterangan tertulis pada Minggu (12/4/2026).

Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, membenarkan bahwa potongan video tersebut diambil dari ceramah JK di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta pada Kamis (5/3/2026).

Menurut Husain, dalam ceramah tersebut JK tidak sedang menjelaskan ajaran teologi agama tetapi menggambarkan realitas sosiologis yang terjadi saat konflik komunal di Poso dan Ambon pada awal era reformasi.

“Pak JK mengungkapkan pendapat orang-orang yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon. Atau realitas sosiologis saat terjadi konflik. Bukan pendapat pribadi Pak JK,” kata Husain pada Senin (13/4/2026).

Husain menjelaskan bahwa pada realitasnya saat itu kedua pihak yang berkonflik menggunakan jargon agama untuk saling membunuh.

Pemahaman mereka baik Islam maupun Kristen adalah bahwa jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga.

Karena itu konflik Poso dan Ambon disebut sebagai konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan yang sangat sulit dihentikan.

Konflik tersebut telah memakan korban jiwa hingga ribuan orang dari kedua belah pihak.

“Untuk mengatasinya, kata Pak JK saat ceramah di UGM, pemahaman kelompok yang bertikai ini harus diluruskan. Karena keduanya telah melakukan kekeliruan menyimpang dari ajaran agama,” kata Husain.

Oleh karena itu JK dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa membunuh orang tak bersalah dalam konflik tidak dapat dibenarkan oleh agama apa pun.

“Maka, Pak JK mengatakan Anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh, bukan masuk surga. Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk bertindak demikian,” ujar Husain.

Husain menegaskan bahwa ceramah JK bukanlah pendapat pribadi tetapi realitas sosial saat itu yang berkembang di antara mereka yang saling berkonflik.

“Pak JK menyampaikan lesson learned. Mengisahkan pendekatan yang dia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai di Poso maupun di Ambon, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat berkonflik,” ujar dia.

Oleh karena itu Husain menyayangkan terkait laporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya.

Sebab inti ceramah JK adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang sedang bertikai.

“Sebelum melaporkan, sebaiknya mengkaji sebaik baiknya konten yang sedang viral. Karena terpotong dan diberi narasi yang melenceng dari substansinya,” ucap dia mengakhiri klarifikasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung