Berita, Internasional

Aktivis Israel Bongkar Mesin Propaganda 60.000 Orang, Ciptakan Slogan Hamas is ISIS

Repelita.net

22 April 2026 21:30 WIB • 879 view

Aktivis Israel Bongkar Mesin Propaganda 60.000 Orang, Ciptakan Slogan Hamas is ISIS
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Sebuah pengakuan mengejutkan terungkap mengenai mekanisme perang informasi yang dijalankan oleh Israel melalui seorang aktivis negaranya bernama Ella Kenan.

Ella Kenan mengonfirmasi secara terbuka keberadaan jaringan besar yang ia sebut sebagai mesin propaganda digital yang beroperasi dari Tel Aviv untuk mempengaruhi opini dunia.

ADVERTISEMENT

Dalam pengakuannya, Kenan membenarkan bahwa dirinya bersama dengan timnya mengelola sebuah jaringan yang terdiri dari 60.000 aktivis terdaftar.

Tugas utama dari puluhan ribu aktivis tersebut adalah menyebarkan berbagai konten pro-Israel secara masif agar bisa menjadi viral di seluruh penjuru dunia.

Hingga saat ini, tercatat bahwa konten-konten yang mereka sebarkan telah meraup lebih dari 3 miliar penayangan sejak dimulainya konflik terbaru di kawasan Timur Tengah.

Salah satu strategi paling sukses yang diungkap oleh Kenan adalah pembuatan slogan terkenal yang berbunyi Hamas is ISIS.

Kenan mengakui bahwa slogan kontroversial tersebut diciptakan sepenuhnya oleh timnya dan berhasil disebarkan begitu luas ke berbagai platform media internasional.

Keberhasilan penyebaran slogan itu bahkan mencapai titik di mana frasa tersebut digunakan dalam pidato resmi pejabat tinggi Amerika Serikat.

Tak hanya sampai di situ, strategi lain yang dijalankan adalah dengan menyediakan materi konten yang sudah jadi atau ready-made content kepada para influencer yang bukan beretnis Yahudi.

Langkah ini dilakukan dengan tujuan agar narasi yang dibawa oleh Israel terdengar lebih objektif dan dapat dipercaya oleh masyarakat internasional.

Para influencer non-Yahudi dianggap lebih mampu menyamarkan kepentingan politik di balik penyebaran konten tersebut.

Padahal, menurut pengakuan Kenan, praktik ini sebenarnya bertujuan untuk memanipulasi persepsi publik sesuai dengan keinginan pihak Israel.

Jaringan propaganda digital ini bekerja secara sistematis untuk membanjiri ruang digital dengan narasi-narasi yang menguntungkan posisi Israel di mata dunia.

Kenan tampil dengan berani mengungkap detail teknis bagaimana operasi mesin propaganda tersebut dijalankan sehari-hari.

Pengakuan ini menjadi bukti nyata bahwa perang informasi modern tidak lagi mengandalkan kebenaran, tetapi pada seberapa masif sebuah narasi bisa disebarkan.

Publik internasional kini dihadapkan pada fakta bahwa apa yang selama ini mereka konsumsi tentang konflik tersebut mungkin telah melalui proses rekayasa yang kompleks.

Slogan Hamas is ISIS yang viral tersebut ternyata bukan lahir dari opini publik organik, melainkan dari ruang rapat tim propaganda Israel.

Kenan menjelaskan bahwa strategi penyediaan konten siap pakai terbukti sangat efektif untuk menciptakan ilusi dukungan global yang luas terhadap kebijakan Israel.

Para influencer yang menerima materi tersebut sering kali tidak menyadari sepenuhnya bahwa mereka sedang menjadi bagian dari operasi propaganda terstruktur.

Dengan lebih dari 3 miliar tayangan yang telah diraih, efektivitas mesin propaganda digital ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Pengakuan Ella Kenan membuka mata dunia tentang bagaimana opini publik dapat dibentuk secara sistematis melalui jaringan aktivis yang terkoordinasi dengan rapi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung