Repelita [Jakarta] - Aksi warga yang berebut mencium tangan hingga merunduk di hadapan seorang tokoh memicu kritik keras dari kalangan warganet.
Sikap tunduk yang dinilai berlebihan tersebut dianggap sebagai bentuk kelanjutan mentalitas feodal yang masih mengakar kuat di tengah masyarakat modern.
ADVERTISEMENT
Keluhan serta sindiran atas kebiasaan tersebut diunggah oleh akun Threads @supparojy.
"Ini bukan hormat. Ini sisa feodalisme yang masih subur. Lihat cara orang² berebut cium tangan & tunduk Kalau modelnya begini terus, Indonesia memang susah tertolong. Pahlawan dulu melawan penjajah, sekarang sebagian rakyat malah disembah. Rasanya ikut geram sekaligus sedih. Karena mental budak masih diajarkan turun-temurun. Yang masih punya akal sehat dan harga diri... Share & Like biar yang suka merendah ini lihat." tulis akun Threads @supparojy.
Pernyataan menohok itu langsung diserbu beragam tanggapan senada dari para pengguna media sosial.
Banyak warga netizen menyuarakan keheranan serta menolak tradisi penghormatan yang dianggap sudah tidak relevan dengan zaman.
"Iki sopo to min .. ? Pejabat opo kiai ?" tulis akun Threads @sdm972b.
"Dia siapa guys" tulis akun Threads @kasturi.nayla.
"Yaaa...mau siapapun orangnya...cara seperti itu sudah bukan di jamannya..." tulis akun Threads @septo.septo.771282.
"Meski gue rakyat biasa kalau disuruh sungkem gitu sih males bgt. Masih jaman sungkem² ke orang lain. Kalau ke ortu atau embah sendiri sih oke aja" tulis akun Threads @lon.alone__.
"Sontoloyo" tulis akun Threads @wansetiawan.
"ngapain sih bjir pake berlutut segala" tulis akun Threads @mongkriseafood.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads