Berita, Nasional

Aksi 27 Agustus di Jakarta, Massa Pati dan Bangkalan Bersiap Turun ke Jalan, Berikut Tuntutan Lengkapnya

Repelita.net

24 August 2026 19:07 WIB • 476 view

Aksi 27 Agustus di Jakarta, Massa Pati dan Bangkalan Bersiap Turun ke Jalan, Berikut Tuntutan Lengkapnya
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang kedatangan massa dari berbagai daerah mulai memadati jalur menuju Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa, 27 Agustus 2026.

Kelompok masyarakat yang datang mengusung tuntutan berbeda, mulai dari penuntasan agenda pemberantasan korupsi hingga dukungan program kerja pemerintah.

ADVERTISEMENT

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menjadi salah satu rombongan yang mengonfirmasi kehadiran massa dalam jumlah besar di ibu kota.

Koordinator AMPB Teguh Istianto menyatakan aksi di Gedung DPR RI fokus membawa dua poin utama, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Sebagian rombongan asal Jawa Tengah dilaporkan telah tiba lebih awal dan menempati beberapa lokasi penampungan sementara di Jakarta.

Persiapan pergerakan massa Pati sempat terkendala akibat masalah pembekuan akses rekening donasi atas nama Supriyono alias Botok.

Teguh mempertanyakan dasar tindakan pembatasan rekening yang mengorganisasi dana operasional aksi sebesar Rp80 juta tersebut.

“Ini kami itu salah apa? Umumkan dong kesalahan kami. Jangan asal blokir milik orang,” kata Teguh saat dihubungi, Minggu (23/8/2026).

Kendati mengalami hambatan finansial logistik, AMPB memastikan seluruh rombongan akan tetap bertahan menyuarakan tuntutan di Senayan.

“Sangat mengganggu. Tolong carikan keadilan supaya tetap bisa dipakai,” tuturnya.

Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa tindakan terhadap rekening tersebut merupakan langkah penundaan transaksi sesuai aturan perbankan.

Dukungan terhadap jalannya pemerintahan disuarakan oleh Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo dari Kabupaten Bangkalan.

Koordinator RMP4 Ali menyebutkan pihaknya telah memfasilitasi ratusan tiket perjalanan bagi warga yang berangkat menuju lokasi aksi damai.

“Kami siapkan 500 tiket keberangkatan dan kami akan ke Jakarta menggelar aksi damai,” kata Ali, Minggu (23/8/2026).

Massa rombongan tersebut diisi oleh pekerja sektor informal mulai dari pengemudi becak, buruh bangunan, hingga sopir angkutan.

Ali menegaskan fokus kedatangan rombongan Madura untuk mengawal keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran.

“Dari program MBG ini, kami sangat terbantu. Selain uang saku bisa ditabung, anak-anak bisa mendapatkan makan bergizi setiap hari,” ujarnya.

Pihaknya mendorong agar pemerintah terus mengevaluasi tata kelola dapur penyedia makanan tanpa menghentikan program prioritas tersebut.

“Jadi, bukan dihentikan programnya, tetapi diperbaiki tata kelolanya sehingga program ini bisa betul-betul berjalan semakin baik,” katanya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung