Berita, Nasional

Akibat Rizal Fadillah Tersangka, Pengamat: Masyarakat Jabar Lebih Persoalkan Isu Ijazah Jokowi daripada Identitas PSI

Repelita.net

15 July 2026 15:26 WIB • 713 view

Akibat Rizal Fadillah Tersangka, Pengamat: Masyarakat Jabar Lebih Persoalkan Isu Ijazah Jokowi daripada Identitas PSI
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi protes yang mewarnai rencana safari politik Joko Widodo ke Jawa Barat menuai berbagai sorotan dari kalangan pengamat.

Pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia, menyebut bahwa penolakan tersebut lebih berakar pada polemik pribadi Jokowi daripada afiliasi partai politiknya.

ADVERTISEMENT

Meskipun saat ini Jokowi lekat dengan PSI, Heru menilai sejarah elektoral membuktikan mantan Presiden itu pernah meraih basis suara signifikan di Tatar Sunda.

Saya berpikir bahwa Jokowi dalam dua Pilpres mencapai suara di Jabar kurang lebih 40 persen, ujar Heru, Rabu (15/7/2026).

Heru berpandangan bahwa Jokowi tidak pernah benar-benar kalah telak di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia tersebut.

Ia menambahkan bahwa di sejumlah kota dan kabupaten tertentu, Jokowi bahkan sempat mendulang kemenangan yang cukup meyakinkan.

Mengenai PSI yang menjadi kendaraan politik baru Jokowi, Heru melihat partai tersebut sudah memiliki keterwakilan di DPRD Jawa Barat.

Artinya, identitas PSI sudah jelas dan sudah memiliki keterwakilan, walaupun masih kecil, tuturnya menjelaskan posisi partai tersebut.

Terkait demonstrasi yang terjadi, Heru meyakini isu ijazah adalah pemicu utama kemarahan sebagian masyarakat Jawa Barat.

Pokok permasalahan yang dihadapi Jokowi sehingga marak adanya penolakan masyarakat Jabar adalah isu personal terkait ijazah ketimbang identitas politik barunya, tegasnya.

Ia pun menyoroti pengaruh besar organisasi Islam dan tokoh lokal seperti Rizal Fadillah yang menambah kompleksitas peristiwa politik ini.

Menurutnya, penolakan di depan gedung DPRD Jawa Barat tersebut menjadi fenomena yang cukup ganjil jika hanya dikaitkan dengan safari politik biasa.

Sebab, Jokowi di masa lalu memiliki rekam jejak dukungan yang tidak bisa dipandang sebelah mata di wilayah tersebut.

Heru mengingatkan bahwa tantangan terberat bagi Jokowi adalah menyesuaikan narasi dengan kebutuhan sosiologis masyarakat Jawa Barat yang kental dengan isu keagamaan.

Persoalan yang sangat mendasar adalah ketika Jokowi tidak bisa menghadirkan wacana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jabar yang masih bersentuhan erat dengan isu-isu keagamaan, pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung