Berita, Ekonomi

Airlangga Hartarto Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat dan Terjaga di Level Ekspansi

Repelita.net

02 November 2026 22:59 WIB • 97 view

Airlangga Hartarto Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat dan Terjaga di Level Ekspansi
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan kepastian secara langsung bahwa kondisi fundamental perekonomian negara Indonesia tetap terjaga dengan baik di tengah ketidakpastian serta dinamika laju pasar global.

ADVERTISEMENT

Laporan berkembangan tersebut dibahas secara mendalam melalui pelaksanaan agenda rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin tanggal 2 November 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan bahwa data dari sejumlah indikator ekonomi nasional saat ini terus memperlihatkan adanya tren pergerakan yang positif.

Salah satu capaian tersebut dibuktikan oleh Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang sukses melesat ke level 54 pada periode Oktober 2026 dari yang sebelumnya berada pada posisi 52,4.

“Indeks Purchasing Manager, Indeks Indonesia di sektor manufaktur sudah masuk ke level ekspansi di 54. Itu meningkat dari bulan yang lalu 52,4 dan ini menandakan penguatan ekspansi sektor manufaktur dan level ekspansinya ini terkuat sejak Maret yang lalu, Maret 2024. Jadi ini level ekspansi yang tinggi,” ujar Airlangga usai rapat.

Dari ranah perdagangan internasional, neraca perdagangan Indonesia dilaporkan juga berhasil mempertahankan posisi keuntungan beruntun dalam beberapa periode terakhir.

Pada periode September 2026, catatan neraca perdagangan nasional membukukan surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS yang ditopang oleh profit sektor nonmigas senilai 5,67 miliar dolar AS meskipun sektor migas defisit 2,31 miliar dolar AS.

Akumulasi surplus perdagangan dari awal tahun sepanjang periode Januari sampai September 2026 dilaporkan telah menembus angka yang cukup signifikan yakni sebesar 10,61 billion dolar AS.

“Dari segi bulan Januari sampai September 2026, ini surplusnya neraca perdagangan kita 10,61 miliar. Dipicu oleh surplus non-migas sebesar 34,21 miliar dan walaupun defisit migas mencapai 23,6 miliar,” imbuh Airlangga.

Laju volume pengiriman komoditas keluar negeri juga turut memperkuat ketahanan struktur finansial dan memberikan dampak yang baik bagi ketahanan pasar domestik.

Airlangga Hartarto menguraikan total nilai ekspor Indonesia dari bulan Januari hingga September 2026 berhasil menyentuh nilai sebesar 221,23 miliar dolar AS atau mengalami pertumbuhan tahunan sekitar 5,58 persen.

Sedangkan di sisi lain, nilai transaksi pengiriman komoditas untuk kategori produk nonmigas berhasil mencatatkan perolehan angka tersendiri yaitu sebesar 212,27 miliar dolar AS.

Pada indikator stabilitas harga barang baku, tingkat inflasi tahunan per Oktober 2026 dilaporkan berada di posisi 3,23 persen dan menyentuh angka 0,22 persen jika dihitung secara bulanan.

Akumulasi inflasi tahun kalender saat ini berada pada angka 2,4 persen yang dinilai masih aman dalam batas target yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu berkisar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menko Perekonomian menjabarkan bahwa pergerakan inflasi dominan dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan bergejolak seperti komoditas cabai rawit, komoditas ikan segar, serta ongkos pada sektor transportasi udara.

Guna menekan lonjakan biaya akomodasi menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru, pihak pemerintah tengah merumuskan skema insentif berupa pemotongan harga tiket pesawat terbang.

“Jadi ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini, dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga,” pungkas Airlangga.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung