Berita, Nasional

3 Negara di Balik Pilpres? Mardigu Wowiek Bongkar Analisis Intelijen AS, China & Singapura

Repelita.net

10 October 2026 16:03 WIB • 112 view

3 Negara di Balik Pilpres? Mardigu Wowiek Bongkar Analisis Intelijen AS, China & Singapura
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pakar intelijen Mardigu Wowiek Prasantyo yang kerap disapa Mr. Bosman membeberkan analisis mendalam terkait intervensi geopolitik sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Singapura dalam kontestasi Pemilihan Presiden.

Pernyataan strategis tersebut diungkapkan dalam program siniar eksklusif yang dipandu oleh Abraham Samad dan ditayangkan melalui kanal YouTube Forum Aktual pada 9 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam diskusi tersebut, Mardigu Wowiek Prasantyo menjelaskan bahwa ketertarikan kekuatan asing terhadap konstelasi politik domestik Indonesia tidak lepas dari perebutan sumber daya alam strategis dan pengaruh kawasan.

Menurutnya, Tiongkok dan Amerika Serikat memiliki kepentingan serta metode yang berbeda dalam memainkan peran diplomasi ekonomi serta pengondisian politik di dalam negeri.

"Kepentingan negara besar itu, kepentingan oligarki, adalah kepentingan dirinya, terkadang membuat ini lapar kalau dari hal ideologi yang paling merusak adalah ideologinya Tiongkok karena komunis tuhannya uang," kata Mardigu Wowiek Prasantyo.

Ia menilai bahwa Amerika Serikat cenderung fokus mengamankan pasokan energi dan stabilitas sistem keuangan global melalui pendekatan yang berkaitan dengan penegakan nilai demokrasi serta konstitusi.

"Amerika memandang paslon nomor dua Pak Prabowo dan Gibran ini miring ke Tiongkok dan ini lagi melaksanakan otoritarian, jadi Tiongkok berada di nomor dua," ujar Mardigu Wowiek Prasantyo.

Selain kedua negara adidaya tersebut, ia juga menyoroti peran penting Singapura yang dinilai memiliki kepentingan paling besar agar kondisi keamanan dan stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara tetap terjaga.

Mardigu Wowiek Prasantyo menambahkan bahwa keterlibatan aktor-aktor eksternal ini menunjukkan betapa krusialnya posisi tawar geopolitik Indonesia di mata dunia internasional.

Ia berharap kepemimpinan nasional ke depan mampu bersikap mandiri, berdaulat penuh, serta tidak mudah diintervensi oleh kepentingan asing manapun demi kesejahteraan rakyat di dalam negeri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung