Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, mengkritik keras para politisi dan partai politik (parpol) yang dianggapnya tak lagi bisa dipercaya.
"Untuk para politisi dan parpol yang tidak lagi bisa dipercaya," kata Islah dalam unggahannya di X, Selasa.
Menurutnya, para politisi dan parpol tersebut tidak lagi memikirkan kepentingan bangsa, melainkan sibuk membangun kepentingan sendiri.
"Kalian nampaknya tidak lagi memikirkan Indonesia, tapi hanya sibuk membangun 'negara dalam negara'," ujarnya.
Islah menyoroti sikap para politisi yang kerap berbicara tentang demokrasi, tetapi justru tunduk pada kepentingan oligarki.
"Kalian berbusa-busa 'ngebacot' soal demokrasi, tapi ternyata politikmu masih disetir oligarki," ucapnya.
Selain itu, ia menilai banyak politisi yang mengaku membela rakyat dan berpegang teguh pada idealisme, tetapi kenyataannya hanya mencari keuntungan pribadi.
"Kalian ngaku pembela rakyat, tapi faktanya hanya jadi penjilat. Kalian ngaku idealis, tapi mentalmu ternyata pengemis," imbuhnya.
Ia juga menyindir para politisi yang kerap berpindah haluan demi menyelamatkan diri dari berbagai kasus hukum.
"Kalian merapat kemana-mana karena tersandera perkara," tambahnya.
Islah pun mengingatkan bahwa rakyat akan mengingat semua ini dan akan memberi hukuman di pemilu mendatang.
"Dari apa yang terjadi di hari ini, rakyat menandaimu — sampai jumpa di pemilu berikutnya," pungkasnya.
Kritik ini muncul di tengah kegelisahan publik setelah DPR mengesahkan Undang-undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Seluruh fraksi menyetujui aturan tersebut, termasuk PDI Perjuangan yang sebelumnya tidak tergabung dalam koalisi Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, PDIP yang sempat menolak kini ikut mendukung, dengan partai tersebut memimpin panitia kerja (panja) RUU TNI. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang awalnya menentang kebijakan ini, kini juga menyetujuinya.
Hal yang sama terjadi dengan PKS yang sebelumnya sering mengkritik kebijakan pemerintah dari luar parlemen, tetapi kini turut serta dalam koalisi Indonesia Maju.
Akibatnya, gelombang aksi protes bermunculan di berbagai daerah. Mahasiswa di hampir seluruh wilayah Indonesia turun ke jalan menolak UU TNI.
Di Malang, demonstrasi berakhir ricuh. Banyak petugas medis dan demonstran mengalami luka-luka, sementara sejumlah demonstran lainnya dilaporkan hilang kontak hingga saat ini.(*).
Editor: 91224 R-ID Elok