Repelita Jakarta - Kementerian Keuangan telah mengumumkan penerimaan pajak Indonesia senilai Rp187,8 triliun per Februari 2025. Namun, angka tersebut turun 30,2% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan realisasi pajak Februari 2024 senilai Rp269,02 triliun.
Belum lagi APBN mengalami defisit Rp31,2 triliun atau 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada periode Februari 2025. Penerimaan pajak yang turun dan APBN defisit ini mendapat respons publik.
Eks Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, menyentil kondisi ini. “Penerimaan pajak menurun dan APBN defisit Rp31 triliunan. Jangan dipikirin biar aja dan Indonesia gelap,” kata Arief Poyuono dalam akun X pribadinya, Jumat (14/3/2025).
Dia seolah menyentil Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih terkait kondisi ekonomi Indonesia itu. “Biarkan @prabowo dan teamnya bekerja untuk tingkatkan pajak dan efisiensi APBN biar engga defisit terus,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap agar masyarakat tak terlalu mendramatisir data penerimaan pajak yang menurun itu. Begitu pun kondisi APBN.
“Penerimaan negara memang mengalami penurunan tapi polanya sama dan dalam hal ini beberapa memang karena adanya measure, policy,” tambah Sri Mulyani. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok