Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jokowi Makin Menggila Gunakan Hukum untuk Kuasai Parpol

 

Penegakkan hukum disinyalir telah dikendalikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi menguasai sejumlah partai politik (parpol).

Hal tersebut guna merealisasikan kepentingan pribadi Jokowi dan keluarganya.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza mengamati, Jokowi makin frontal menunjukkan kekuasaannya dengan cara mengobrak-abrik beberapa parpol.

Dia menjelaskan, mulai dari Partai Nasdem, PDIP, hingga Golkar yang diintervensi dengan mengungkap dugaan pelanggaran hukum elite-elite-nya.

"Diyakini partai-partai politik itu paham. Hanya saja, Jokowi berkelindan dengan hukum, menggunakan hukum untuk menguasai parpol," ujar Efriza kepada RMOL, Rabu (14/8).

Lebih dari itu, dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) itu meyakini parpol-parpol menjadi tak berdaya dengan corak kepemimpinan Jokowi yang cenderung otoriter.

"Sehingga dalam pengelolaan birokrasi yang buruk sekalipun rekan-rekan partai politik memahami, ingin mengingatkan tetapi mereka juga berpikir akan kehidupan pribadinya yang bisa saja terbelit masalah hukum," jelasnya.

Maka dari itu, Efriza meyakini Jokowi bakal makin sewenang-wenang kepada parpol-parpol yang tidak patuh kepadanya untuk mencapai kepentingan pribadi dan keluarganya.

"Situasi inilah yang diyakini Jokowi akan semakin ugal-ugalan dalam kinerjanya yang tidak lebih dari tiga bulan lagi," tutur pengamat politik jebolan IISIP Jakarta.

"Korban Jokowi yang menggunakan hukum sudah banyak, dan ini yang diyakini membuat partai-partai politik maupun politisi-politisi lainnya terkesan mendiamkan semua perilaku buruknya," demikian Efriza menambahkan seperti dikutip dari rmol

Asyari Usman: Airlangga Yang Tunduk Patuh Pun Tetap Saja Disikat

Para tangan kanan Jokowi sibuk ‘nyebokkan’ si Tuan. Mereka berusaha membantah keterlibatan Jokowi dalam drama penguduran diri Airlangga Hartarto dari posisi ketua umum Golkar.

Tetapi publik tetap percaya bahwa Airlangga mundur karena ada tekanan berat dari kekuasaan. Tidak mungkin peristiwa besar politik yang aneh ini berlangsung tanpa peranan Jokowi.

Nah, apakah memang bisa dikaitan pengunduran diri ketum Beringin itu dengan Jokowi? Apa saja alasan dan indikasinya?

Alasannya cukup banyak dan kuat. Begitu pula indikasinya. Sulit dibantah.

Alasan pertama, Jokowi memerlukan sebuah partai politik (parpol) untuk mengamankan diri dan keluarganya pasca-lengser pada 20 Oktober nanti. Dan dia memerlukan partai besar. Tidak cukup asal ada partai saja.

Dalam hal itu, Golkar cukup besar di DPRRI. Hasil pemilu 2024 Partai Beringin merebut 102 kursi, naik dari 85 kursi untuk DPRRI pada pemilu 2019. Golkar menduduki posisi kedua setelah PDIP. Artinya, wajar Beringin menjadi incaran Jokowi.

Alasan kedua ialah bahwa Airlangga lebih mudah digeser dibandingkan ketum-ketum lain. Misalnya, Jokowi dipastikan tidak akan mudah membuat ketum Nasdem atau Demokrat mundur tanpa keributan seperti yang dilakukan Airlangga.

Bagaimana dengan PKB dan PKS? Kedua partai ini tak cocok dengan “golongan darah” Jokowi.

Alasan ketiga, Golkar adalah partai mapan. Sudah memiliki infrastruktut nasional yang kuat. Beringin juga memiliki perangkat keras dan perangkat lunak yang telah terbangun luas.

Terus, apa indikasi pengunduran diri Airlangga terkait dengan Jokowi? Bisa dilihat beberapa pertanda.

Pertama, sejumlah orang dekat Jokowi mendorong agar dia menjadi ketum parpol. Tidak disebutkan nama partainya, tetapi lagi-lagi Golkar-lah yang paling mudah untuk diambil alih.

Kedua, kemunculan poster “Gibran for Golkar 2024” yang viral di media sosial. Kecil kemungkinan poster ini dibuat oleh lawan-lawan politik Jokowi maupun Golkar. Sangat riskan mengingat kekuasaan mutlak Jokowi atas semua lembaga intelijen.

Ketiga, ini yang paling anyar, ialah pernyataan dari jajaran Golkar bahwa Jokowi sudah menjadi anggota Beringin sejak 1997. Karena itu dia bisa langsung menjadi ketua umum.

Sekarang, apa yang bisa Anda simpulkan dari pengunduran diri ketua umum Golkar itu? Wajar atau ada yang kurang ajar?***

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved